Tanda-tanda Kemunculan Imam Mahdi (III)

Pertahanan Imam Mahdi

Dr Jalali : Saya telah mendengar bahwa Imam Zaman akan muncul dengan pedang. Ini merupakan sesuatu yang tampaknya tidak benar. Alasannya bahwa sejauh ini manusia telah menciptakan dan menemukan berbagai macam senjata untuk digunakan dalam peperangan. Proliferasi nuklir dan senjata penghancur massa baru saja ditambahkan kepada susunan persenjataan dalam gudang senjata manusia. Dengan menggunakan senjata kimia dan biologi, termasuk perlengkapan detonasi jarak jauh untuk senjata-senjata ganda, berjuta manusia dapat dihancurkan dalam satu letusan. Pertanyaan yang muncul, dengan semua persenjataan yang ada sekarang ini, bagaimana orang bisa membayangkan bahwa Al-Mahdi dan pasukannya akan berjaya dengan pedang ?

Tn. Hosyyar : Ya, sesungguhnya topik kemunculan Imam Mahdi dengan pedang dicantumkan dalam hadis-hadis. Mari saya kutipkan contoh-contoh ini. Imam al-Baqir as meriwayatkan :

Al-Mahdi mirip dengan leluhurnya, Nabi, ia juga akan bangkit dengan pedang guna membasmi para tiran dan mereka yang menyesatkan manusia, musuh Allah dan Nabi. Ia akan memperoleh kemenangan dengan pedang, dan tak seorang pun dari pasukannya akan kembali [dengan kekalahan].

Bagaimanapun, kebangkitan dengan "pedang" merupakan suatu metafora untuk peperangan. Ini menunjukkan bahwa perang dan pertumpahan darah merupakan bagian dari tugas resmi Imam al-Mahdi. Beliau diperintah Allah untuk menjadikan Islam sebagai agama universal dan memerangi kezaliman serta tirani, bahkan dengan kekuatan dan sebilah pedang. Keadaannya bertentangan dengan perjuangan leluhurnya, yang tidak memerlukan itu semua guna menghadapi situasi di dalam pola penuh kekuatan tersebut, karena kewajiban mereka dibatasi dengan teguran dan bimbingan. Akibatnya, "bangkit dengan pedang" tidak berarti bahwa senjata pertahanannya semata-mata pedang, dan ia menahan dirinya sendiri dari menggunakan jenis senjata manapun. Yakinlah, ia juga mungkin menggunakan senjata pada waktu itu atau bahkan menciptakan senjata-senjata baru guna mengalahkan semua persenjataan yang dikenal di zamannya.

Yang benar adalah bahwa pengetahuan kita tentang kejadian-kejadian masa depan di dunia terbatas; ataupun kita benar-benar tidak tahu dalam persoalan apapun secara rinci tentang masa depan nasib manusia dan gerak kemajuan teknologisnya. Misalnya, kita tidak mempunyai hak guna memutuskan masa depan berdasarkan masa lalu tanpa suatu keterangan. Kita tidak tahu negara atau bangsa mana yang memiliki kemajuan teknologis dan perabadan serta superioritas di atas yang lainnya. Adalah mungkin bahwa bangsa-bangsa yang lemah dan terpecah di dunia Islam akan bangkit dan menyingkirkan perbedaan-perbedaan kecil mereka guna membangun persaudaraan universal di bawah panji tauhid, dan mengangkat serta menerapkan petunjuk Alquran sebagai konstitusi bangsa Muslim universal. Kemudian masyarakat Islam bersatu sehingga dapat memanfaatkan sumber daya alam mereka guna kemajuan mereka dan keluar dari kemalasan yang mencengkeram-diri dan isolasi yang dibebankan pada diri sendiri guna menghadapi tantangan menjadi pemimpin-pemimpin peradaban manusia di bidang sains, industri, dan etika. Mereka dapat melaksanakan kontrol mereka energi-energi yang terlepas dan tidak terbatas di Timur dan di Barat guna menyalurkan mereka ke dalam persiapan pelaksanaan puncak revolusi al-Mahdi. Pada waktu itu, Imam Mahdi muncul dan menghancurkan kekuatan-kekuatan zalim serta tiranik dengan membantu kekuatan perkasa pada penyelesaiannya. Lebih jauh, dengan bantuan Ilahi dan janji kemenangan, di samping kekuatan luar biasa yang memancar dari kedudukan wilayat (pelaksanaan dari kedaulatan yang diatur secara Ilahi di bawah Imamah), beliau dapat meletakkan fondasi pemerintahan Allah yang adil dan makmur di muka bumi.

Pada waktu itu para saintis dan ulama yang hasil penelitiannya memungkinkan terciptanya penemuan semua peralatan dan teknologi merasakan kesedihan dan menyesali diri karena penemuan-penemuan mereka tidak digunakan untuk penghidupan layak bagi kehidupan manusia namun sebagai gantinya digunakan untuk menduduki dan menindas bangsa-bangsa di dunia. Demikianlah, untuk memberikan balasan atas pengabaian kontribusi saintifik mereka, mereka tidak akan melihat jalan lain kecuali menjawab panggilan al-Mahdi guna berjuang demi keadilan dan berkarya demi kebaikan manusia di dunia. Kita tidak dapat meramalkan bagaimana manusia di masa depan akan melepaskan kesombongan dan sikap keras kepala mereka, keluar dari kebodohan mereka dan berkarya menuju eradikasi senjata penghancur massa dan penerapan tipuan (decisive)dari perjanjian non-proliferasi nuklir. Namun semua kekayaan yang sekarang digunakan untuk memproduksi senjata-senjata semacam itu, padahal itu semua dapat dibagikan guna mengurangi kemiskinan, kemajuan pendidikan, dan kesejahteraan manusia.

Dunia di Bawah Al-Mahdi

Ir Madani : Sudikah Anda memberikan beberapa indikasi tentang kondisi-kondisi yang muncul di bawah pemerintahan al-Mahdi ?

Tn Hosyyar : Adalah mungkin merekonstruksi gambaran berikut tentang masa depan dari hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Ahlul Bait :

Ketika al-Mahdi yang dijanjikan, Imam Kedua belas, muncul, menyusul kemenangannya atas kekuatan-kekuatan jahat dunia, ia akan mengatur seluruh dunia di bawah satu pemerintahan Islam. Ia akan menunjuk individu-individu yang well-qualified sebagai gubernur-gubernur dari berbagai kawasan di dunia dengan instruksi-instruksi dan program yang jelas untuk kedamaian dan administrasi yang adil terhadap kawasan yang ada di bawah pengaturan mereka.25 Seluruh dunia akan berkembang maju di bawah administrasi mereka. Al-Mahdi sendiri akan memantau seluruh dunia dari jauh, dengan kawasan yang luas serta urusan-urusan yang ekstensif yang dapat diterima olehnya ibarat telapak tangannya. Para pengikut dan pembantunya bertindak dan berbicara dengannya dari jarak jauh. Seluruh bumi akan dipenuhi dengan keadilan dan persamaan.

Manusia niscaya menjadi baik dan akan memperlakukan satu sama lain dengan kejujuran dan kesetiaan. Ada jaminan keamanan di mana-mana sebagaimana tidak ada orang yang akan mengganggu satu sama lain. Kondisi ekonomi manusia akan meningkat dengan pesatnya. Hujan yang bercurahan ke bumi sehingga menyuburkannya dengan panorama yang hijau dan segala jenis biji-bijian serta buah-buahan dalam keadaan melimpah ruah. Peningkatan yang penting akan diperkenalkan dalam metode pertanian. Manusia akan lebih memperhatikan kehadiran Allah daripada dosa-dosa. Islam akan menjadi agama resmi dunia, dengan seruan tauhid yang muncul dari seluruh pojok dunia.

Dalam persoalan membangun jalan-jalan, program-program menarik akan diperkenalkan. Jalan-jalan utama lebarnya 60 yard. Jalan-jalan akan begitu banyak dibangun di mana masjid-masjid yang berdiri di tengah-tengah akan dimusnahkan. Jalan-jalan setapak akan berubah menjadi jalan-jalan besar. Kaum petani akan diminta menyeberang jalan pada tempat penyeberangan yang tepat; sedangkan para pengemudi akan diminta masuk ke tengah. Semua jendela rumah yang terbuka ke jalan akan ditutup. Ada larangan-larangan tertentu untuk membangun saluran terbuka dan kotoran di jalan-jalan. Struktur-struktur yang menjatuhkan akan dimusnahkan. Masjid-masjid dan menara-menara yang ditinggikan dan sangat dekoratif juga mimbar-mimbar yang memisahkan imam shalat jama'ah dengan makmum akan dihancurkan.

Selama zaman al-Mahdi akal manusia niscaya mencapai kesempurnaan. Informasi umum di antara manusia akan mencapai suatu kemajuan sampai ke suatu tingkat di mana kaum wanita dapat merumuskan keputusan hukum ketika di rumah. Imam ash-Shadiq berkata :

Pengetahuan dibagi ke dalam 27 bagian. Hanya dua bagian yang diperoleh oleh manusia. Ketika al-Qa'im bangkit ia akan membuka 25 bagian lainnya dan menyebarkannya di antara manusia.26

Keimanan manusia akan mencapai keunggulan dan hati mereka bebas dari kedengkian dan dendam. Akhirnya, mari saya ingatkan kalian bahwa semua penjelasan ini telah diringkaskan dari hadis-hadis bersangkutan, dan sebagian besar dari hadis ini jarang dan dilaporkan oleh satu perawi. Siapasaja yang menginginkan penjelasan yang lebih terinci dapat merujuk kitab Bihar al-Anwar, jilid 51 dan jilid 52, kitab Itsbat al-Hudat, jilid 6 dan 7, serta Kitab al-Ghaybah karya Nu'mani.

***

Kemenangan Para Nabi

Dr Jalali : Dari semua paparan Anda dan keutamaan-keutamaan yang berhubungan dengan Al-Mahdi, Imam Kedua (as) dalam hadis-hadis, nampaknya ia lebih afdhal dari semua nabi yang lain, termasuk Nabi Islam Saww. Bagaimanapun, tak seorang pun dari mereka berhasil dalam memperbaiki masyarakat manusia, menegakkan pemerintahan dunia, berdasarkan tauhid, menerapkan aturan-aturan Ilahi secara menyeluruh, melaksanakan neraca keadilan samawi secara sempurna, dan menghapus kezaliman dan tirani secara mutlak. Satu-satunya orang yang mampu melaksanakan seluruh tugas ini adalah Al-Mahdi. Tak ada yang lain.

Tn. Hosyyar : Pada kenyataannya, perbaikan masyarakat manusia dan pelaksanaan hukum-hukum Ilahi merupakan aspirasi para nabi - 'alaihimussalam. Setiap para pembaharu (reformer) yang ditunjuk Ilahi berupaya menuntaskan cita-cita mereka sesuai dengan kesempatan dan kemampuan yang tersedia pada mereka sesuai dengan zaman mereka sendiri dan mengajak manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah. Jika mereka tidak berjuang dan melakukan pengorbanan-pengorbanan penting, maka pemerintahan berdasarkan tauhid tidak akan pernah tercapai. Dengan kata lain, para nabi as merupakan pendukung-pendukung dan mempunyai andil terhadap keberhasilan akhir ini. Penyempurnaan oleh Al-Mahdi harus dianggap sebagai keberhasilan para hamba Allah yang lain pada garis para nabi dan pemimpin agama. Kemenangan Imam bukan kemenangan dirinya sendiri; agaknya, dengan kekuatan menakjubkan dari Imam Mahdi semuanya merupakan kemenangan al-haqq di atas kepalsuan, keimanan atas kemusyrikan. Ini merupakan pemenuhan janji para nabi sebelumnya terhadap para pengikut mereka, dan realisasi dari cita-cita mereka untuk masyarakat manusia.

Kemenangan dari Al-Mahdi yang dijanjikan, sebenarnya, merupakan kemenangan Adam, Syits, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad dan para nabi lainnya (salam atas mereka semua). Mereka merupakan satu kesatuan yang, melalui pengorbanan dan kegigihan mereka, mempersiapkan jalan raya ini dan, sampai ke beberapa tingkat, akal manusia menerima seruan ini. Program itu diterima dan perjuangan tersebut dimulai oleh para nabi terdahulu. Masing-masing mereka memberikan suatu contoh melalui tindakan mereka sendiri dan mendorong tahap kesempurnaan manusia kepada tujuan Allah sehingga garis itu sampai pada Nabi Islam. Beliau menggambarkan program sempurna dan menyediakan cetakbiru yang menyeluruh untuk transformasi dunia. Pada kewafatannya beliau mewariskannya kepada para penggantinya yang sah, yakni Para Imam. Nabi dan para imam, kemudian, berusaha melaksanakan rencana Ilahi untuk kemanusiaan pada jalur ini dan dengan melakukan tindakan oposisi serta melakukan pengorbanan-pengorbanan besar. Semakin tahun berjalan semakin banyak krisis dan revolusi harus dihadapi dengan kemanusiaan agar mencapai kematangan dan menjadi nilai dari pemerintahan berasaskan tauhid. Ini satu-satunya yang akan terjadi kemudian di mana benteng terakhir dari kemusyrikan dan ketidakbertuhanan akan ditanggulangi oleh energi yang menakjubkan dari Al-Mahdi as, maka mimpi manusia pun menjadi kenyataan.

Dengan demikian, Al-Mahdi yang dijanjikan adalah pelaksana rencana Nabi, termasuk para nabi sebelumnya. Kemenangannya merupakan kemenangan agama-agama yang diwahyukan. Allah berjanji kepada Nabi Daud as dalam Zabur, dan dalam salah satu ayat Alquran yang diturunkan untuk menegaskan kemenangan puncak Imam Mahdi, Allah mengingatkan kaum Muslim tentang janji itu dengan firman-Nya : "Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh." (QS Al-Anbiyâ, 21 : 105). []