Make your own free website on Tripod.com

Khotbah Rasulullah Saww Tentang Sifat-sifat Allah*

Ibnu Walid meriwayatkan dari Ash-Shafar dan Sa’id dari Ibnu ‘Isa dan Ibnu Abi Al-Khathab dari Ibnu Mahbub dari Amr bin Abi Al-Miqdam dari Ishaq bin Ghalib dari Abu Abdillah as dari ayah-ayahnya, ia berkata bahwa Rasulullah saww berkata pada sebagian khutbahnya :
"Segala puji bagi Allah Yang Esa semenjak permulaan-Nya, Yang Agung dengan keilahian sejak azali-Nya, diagungkan karena kekuasaan dan kebesaran-Nya, memulai tanpa permulaan, menghidupkan apa-apa yang diciptakan tanpa ada sesuatu yang menyerupai dari yang diciptakan. Tuhan kami Qadim dengan kelembutan Rububiyah-Nya, dengan ilmu tampaklah pengetahuan-Nya, dengan ketetapan kekuasaan-Nya Ia menciptakan apa-apa yang telah diciptakan dengan cahaya subuh yang menyingsing maka tiada pergantian pada penciptaan-Nya, tiada perubahan pada buatan-Nya, tiada pergeseran pada hukum-Nya, tiada pilihan pada urusan-Nya, tiada penundaan pada panggilan-Nya, tiada kesurutan pada kekuasaan-Nya, tiada keterputusan pada masa-Nya, dan Dia adalah Wujud yang awal, kekal selamanya. Seluruh ciptaan-Nya, terhijab oleh cahaya-Nya di ufuk yang agung, kemuliaan yang tinggi, kekuasaan yang mulia, Mahatinggi atas segala sesuatu. Dia dekat dari segala sesuatu, Dia ber-tajalli pada ciptaan-Nya dengan tanpa terlihat, Dia Mahatinggi dalam kedudukan, Dia memenuhi kekuasaan-Nya dengan tauhid, meliputi dengan cahaya-Nya, tinggi dalam keluhuran-Nya dan tersembunyi dari ciptaan-Nya.
"Dia mengutus kepada mereka seorang rasul agar menjadi hujjah yang nyata atas makhluk-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai saksi atas mereka. Ia mengutus para nabi untuk mereka sebagai pemberi kabar gembira dan pembawa peringatan agar binasa orang yang binasa dengan keterangan dan menghidupkan orang yang hidup dengan keterangan pula. Dan agar hamba-hamba-Nya berpikir tentang Tuhannya apa yang ia tidak tahu dan mengenal-Nya dengan rububiyyah-Nya setelah mereka ingkar dan mengesakan-Nya dengan Ilahiyyah-Nya setelah mereka durhaka."
Khotbah Rasulullah Saww pada hari Ahad
Khotbah ini disampaikan pada hari Ahad ketika menyiapkan tentaranya untuk berperang :
"Wahai sekalian manusia, aku mewasiatkan pada kalian dsengan apa-apa yang Allah mewasiatkan kepadaku daam kitab-Nya sejumlah amal perbuatan karena ketaatan kepada-Nya dan mencegah dari apa yang diharamkan-Nya, kemudian sungguh kalian akan memperoleh kedudukan pahala dan simpanan (pahala) bagi orang yang mengingat Yang Menguasainya, kemudian Ia menjadikan dirinya dalam kesabaran dan keyakinan, kesungguhan dan kerajinan karena sesungguhnya jihad melawan musuh adalah sangat dibenci dan sedikit sekali orang yang bersabar atasnya kecuali orang yang bertekad pada jihad dalam petunjuk-Nya. Sesungguhnya Allah bersama orang yang taat pada-Nya dan sesungguhnya setan bersama orang yang durhaka kepada-Nya. Mulailah amal perbuatan kalian dengan sabar dan bersungguh-sungguh serta bermohonlan kalian dengan hal itu apa-apa yang telah Allah janjikan bagi kalian. Dan taatlah kalian kepada Yang Memerintahkan kalian dengannya karena aku sungguh ingin agar kalian mmeperoleh petunjuk. Sungguh perbedaan, perselisihan, dan perintang dari segala urusan adalah kelemahan dan ketidakmampuan, dan hal itu adalah termasuk hal yang tidak disukai Allah dan Allah tidak akan memberikan bantuan dan pertolongan atasnya.
"Wahai manusia, sesungguhnya Ia telah menyampaikan dalam hatiku bahwa barangsiapa yang (menyukai) hal-hal yang haram kemudian ia membencinya (berpaling darinya) untuk mencari apa yang ada di sisi Allah maka Allah mengampuni dosanya dan barangsiapa yang ber-shalawat padaku, Allah akan ber-shalawat dan para malaikat ber-shalawat (padanya) sepuluh kali. Dan barangsiapa berbuat baik pada seorang muslim atau kafir, telah disediakan pahalanya oleh Allah di kehidupan dunia atau di kehidupan akhiratnya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berjama’ah (shalat) Jum’at kecuali bagi anak kecil, wanita, orang sakit atau hamba sahaya, dan barangsiapa merasa tidak membutuhkannya, maka Allah pun tidak menghiraukannya dan Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. Tidaklah aku mengetahui amalan yang mendekatkan kalian kepada Allah melainkan sungguh aku telah memerintahkan kalian dengannya. Dan sesungguhnya telah membisikkan Ruhul Amin pada telingaku bahwa jiwa tidak akan mati sampai ia disempurnakan rezekinya dan tidak akan dikurangi sesuatupun darinya meskipun (rezeki) ditangguhkan darinya.
"Maka bertakwalah kalian kepada Allah Tuhan kalian semua, dan baikkanlah dalam mencari rezeki, janganlah kalian lamban dalam mencarinya dengan perbuatan maksiat terhadap Tuhan kalian, karena sesungguhnya Ia tidak menentukan apa yang di sisi-Nya kecuali dengan ketaatan kepada-Nya. sesungguhnya Dia telah menjelaskan kepada kalian tentang halal dan haram termasuk di antara keduanya yaitu hal yang sama dari urusan itu, tidak ada yang mengetahuinya dari kebanyakan manusia kecuali orang-orang yang terpelihara. Barangsiapa yang meninggalkan hal-hal yang syubhat (samar), Allah akan menjaga harta dan agamanya, dan barangsiapa yang berada pada hal yang samar, seakan-akan ia seorang pemimpin yang berada di tengah-tengah umat di sisi racun dan hampir jatuh padanya, dan tidaklah seorang pemimpin melainkan ia harus menjauhi racun. Ingatlah, sesungguhnya penjagaan Allah itu ialah menjaga dari yang diharamkan-Nya, dan seorang mukmin dari mukmin lainnya seperti kepala bagi tubuh, jika kepala merasa sakit maka seluruh badannya saling menolong kepadanya dan salam sejahtera atas kalian semua." []
___________________
* ) Diterjemahkan dari kitab Wahjul Fashahah oleh Indra Yuniar. Redaksi mengucapkan terima kasih banyak atas kontribusinya untuk buletin Al-Jawad.