Khutbah Jumat di Teheran

Solat Jumat di Teheran siang tadi diimami oleh Ayatullah Mohammad Yazdi. Dalam khutbahnya, saat menyinggung kemelut Palestina dia mengatakan bahwa intifadhah AlQuds adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan rakyat Palestina dari cengkraman Rezim Penjajah AlQuds. Menurut beliau, tindakan Israel menghabisi ratusan warga Palestina dan melukai ribuan warga Palestina lainnya tak lain ialah demi mengendalikan intifadah. Ayatullah Yazdi pessimis terhadap perdamaian Timteng. Kata beliau, perdamaian ini tidak mungkin terwujud selagi hak warga Palestina tidak diakui dan warga Palestina tidak dipulang ke tempat asal mereka.

Khatib solat Jumat di Teheran hari ini menambahkan, Israel melangkahi hukum internasional dan terus membunuhi warga Palestina. Karena itu, masyarakat dunia khususnya Dunia Islam harus menempuh tindakan proaktif dan efektif demi mengakhiri kejahatan kaum Zionis.

Di bagian lain, Ayatullah Yazdi menyinggung konspirasi AS terhadap Iran. Beliau menegaskan, Washinton bermaksud menciptakan perpecahan di tengah para pejabat Iran dan mengikut sertakan segelintir orang yang anti pemerintahan dan revolusi Islam guna merusak citra pemerintahan Islam. Beliau menyeru masyarakat supaya tetap waspada karena Washington tetap memusuhi pemerintahan Islam.


Rusia Balas Pulangkan 50 Diplomat AS

Hubungan Rusia dengan AS kian memanas. Menlu Rusia Igor Ivanov mengumumkan, pihaknya akan mengeluarkan 50 diplomat AS dari Moskow sebagai balasan atas tindakan Washington mengusir para diplomat Rusia. Kamis 22 Maret kemarin Ivanov mengatakan, "Ini merupakan reaksi yang memang seharusnya dilakukan Moskow terhadap Washington." Kepada wartawan CNN dia menuturkan, "Para diplomat AS itu tak lama lagi akan keluar."

Kamis kemarin Deplu AS mengumumkan, empat orang diplomat Rusia yang terlibat langsung dalam penyerahan data-data yang dihimpun Robert Hanson kepada Dinas Rahasia Moskow sudah teridentifikasi, dan mereka harus keluar dari AS dalam tempo 10 hari. Jubir Deplu AS Ricardh Bucher mengatakan, 46 orang diplomat Rusia yang diduga bekerjasama dengan mata-mata Rusia juga harus meninggalkan wilayah AS hingga 1 Juli mendatang.

Dinas Rahasia AS (CIA) Selasa 20 Maret lalu menangkap Robert Henson anggota senior FBI karena diduga melakukan aksi mata-mata selama 15 tahun untuk kepentingan Dinas Rahasia Rusia. Henson dituduh menyerahkan berbagai informasi rahasia kepada Moskow dengan imbalan 1,4 juta dolar AS beserta beberapa keping berlian dari Rusia.


Iran dan Korsel Kecam Proyek Anti Rudal AS

Wakil Menlu Iran urusan internasional Waizi menyebut proyek anti rudal AS sebagai lanjutan dari proyek kontroversial 'Perang Bintang'. Kamis kemarin, dalam wawancara dengan chanel 3 televisi Iran, Waizi menyinggung adanya penentangan berbagai negara dunia termasuk Rusia dan Cina terhadap proyek AS tersebut. Kata Waizi, proyek ini memang menyalahi perjanjian ABM pada 1972 oleh Moskow dan Washingon, dan tujuan pelaksanaan proyek yang menelan biaya besar ini ialah memicu kembali persaingan senjata. Proyek ini juga ditentang oleh sejumlah besar negara Eropa, namun AS tetap berusaha melancarkan berbagai macam jurus untuk memaksa Eropa agar menyetujui proyek anti rudal AS tersebut.

Masih menurut Wakil Menlu Iran urusan internasional, karena AS bersekiras untuk melaksanakan proyek anti rudal ini, maka Rusia akan menempuh tindakan serupa sehingga instabilitas dan ketidak amanan akan kembali membayangi dunia.

Kecaman terhadap AS belakangan ini juga dikemukakan pemerintah Korea Selatan. Menlu Korea Selatan hari ini Jumat 23 Maret menyatakan bahwa Presiden Kim Dae Jung dalam lawatannya baru-baru ini ke AS tidak menyerah kepada desakan AS supaya menyokong proyek penangkis rudal tersebut. Namun, kata Menlu Korea Selatan, setelah Seoul menentang proyek tersebut, dalam siaran persnya AS tidak menyebut-nyebut soal desakan kepada Korea Selatan tersebut.


Tentara Israel Serang Kamp Pengungsi Palestina

Tentara Israel masih gencar membantai warga Palestina. Kamis kemarin, tentara Israel menembaki kamp pengungsi Ber Azil di Rafah sehingga 3 orang warga Palestina dilaporkan cidera. Di bagian lain, 9 warga Palestina termasuk 4 siswa juga cidera akibat serangan tentara Zionis di kamp pengungsi di Khan Yunus. Di hari yang sama, ditemukan pula satu jasad warga Palestina di bagian utara Bait Khanun di Jalur Gaza yang gugur ditembus peluru tentara Israel.

Laporan terbaru memberitakan, pagi tadi seorang petugas keamanan otoritas Palestina di Dar Elbalah di Jalur Gaza selatan terkena tembakan di bagian kakinya.

Saeb Erikat, salah seorang pejabat senior Otoritas Palestina mengatakan, kejahatan Israel sudah sangat terbuka sehingga tidak perlu diteliti lagi. Menurut Erikat, tidak ada gunanya pembentukan Tim Pencari Fakta. Dan Israel harus menghentikan tindakan represifnya dengan melaksanakan resolusi 242 dan 338 Dewan Keamanan PBB serta mengakhiri proyek pembangunan permukiman Yahudi di Palestina Pendudukan.

Sementara itu, Raja Abdullah dari Yordania mengontak Menlu Israel Shimon Peres via telefon meminta supaya Israel mengakhiri aksi kekerasan dan blokade wilayah pendudukan Palestina. Raja Yordania menegaskan pihaknya mendukung pembentukan negara merdeka Palestina dengan ibu kota Baitul maqdis. Menurut koran Israel Yidheot Aharonot, pemerintah Yordania menolak keinginan Shimon Peres melawat Yordania sebelum KTT Arab berlangsung di Amman.

Di bagian lain, Sekjen PBB Kofi Annan menyatakan bahwa pasukan pengawas PBB tidak mungkin bisa di kirim ke wilayah pendudukan karena Israel terus menolaknya.


Stasiun Ruang Angkasa Mir Sudah Terkubur di Samudera Pasifik

Stasiun ruang angkasa Mir milik Rusia dilaporkan sudah jatuh pagi tadi menembus atmosfir bumi. Seperti diperkirakan sebelumnya, puing-puing stasiun Mir yang hancur akibat pergesekan dengan kepadatan udara bumi jatuh berserakan di perairan Samudera Pasifik. Mengutip Lembaga Pusat Pengendalian Ekspedisi Ruang Angkasa Corilev Rusia, kantor berita AFP melaporkan, dini hari Jumat pukul 5 lewat 7 menit wantu Greenwich lembaga ini telah mengirim instruksi terakhirnya ke stasiun Mir, dan 20 menit kemudian Mir menukik ke atmosfir bumi dan meledak. Sebelumnya, Mir mengalami dua tahap penurunan ke orbit yang lebih rendah.

Menurut perkiraan sebelumnya, puing-puing Mir yang mencapai sekitar 150 bagian yang masing-masing berbobot 20 ton dipastikan jatuh di lokasi antara New Zeiland dan Cile. Stasiun ruang angkasa Mir dibangun Uni Soviet pada tahun 1986 untuk masa pakai selama 15 tahun.


(1) Irak Tuduh Iran Terlibat Dalam Peledakan di Bagdad

Menyusul terjadinya ledakan bom di Bagdad Rabu 21 Maret lalu, berbagai sumber Irak menuduh Iran terlibat dalam insiden tersebut. Demikian menurut laporan kantor berita Reuter. Tuduhan ini juga dikemukakan organisasi teroris Gerakan Mujahidin Khalq (MKO) saat mengontak Reuter Kamis 22 Maret kemarin.

Perlu diketahui, tuduhan tanpa dasar terhadap Iran ini dikemukakan Bagdad sementara Irak sejak dua dekade silam terbukti memberikan sokongan penuh kepada kelompok teroris anti pemerintahan Islam Iran yang oleh rakyat Iran lebih dikenal dengan sebutan Kelompok Munafikin Khalq tersebut. Artinya, dengan sokongan tersebut praktis Irak terlibat dalam berbagai aksi teror dan kejahatan yang dilakncarkan MKO di Iran. Di mata rakyat dan pemerintah Iran, dukungan Irak kepada MKO telah menjadi faktor berlanjutnya kebiadaban organisasi teroris ini dalam berbagai bentuk operasi kejahatan seperti peledakan bom dan penembakan mortir yang telah banyak menelan korban dari kalangan sipil dan para pejabat Iran serta menimbulkan kerugian materi yang cukup besar.

Kecuali itu, pemerintah Bagdad juga dikenal sebagai rezim yang represif terhadap rakyatnya sehingga tak heran jika rezim di bawah pimpinan Saddam Husin ini semakin banyak mendapat aksi penentangan dari dalam Irak sendiri, khususnya sejak awal dekade lalu. Melihat situasi sedemikian rupa, sejak dulu Rezim Bagdad memang selalu berusaha mengaitkan masalah internalnya dengan pihak luar guna mengalihkan perhatian publik dari realitas yang sebenarnya. Di saat yang sama, dengan menuduh Iran terlibat dalam peledakan bom di Bagdad, Irak bermaksud menutupi-nutupi dukungan dan bantuannya secara terbuka terhadap Organisasi Munafikin Khalq.

Sementara itu, sebagai organisasi yang masih bisa eksis karena dukungan Irak, secara psikologis wajar jika organisasi teroris anti Iran itu ikut-ikutan menuduh Iran. Sungguhpun demikian, opini umum tidak mungkin bisa ditipu oleh cara-cara propaganda kotor sedemikian rupa, mengingat semua orang sudah tahu watak Rezim Irak yang antagonis, begitu pula organisasi MKO yang di Barat pun bahkan juga diakui sebagai kelompok teroris. Jadi, tuduhan terhadap Iran sama sekali tidak akan membawa keuntungan apapun bagi Irak, apalagi rakyat Irak sendiri tahu persis bahwa cara-cara seperti itu adalah merupakan trik propaganda Rezim Bagdad yang sudah terlalu sering dipakai kendati sudah kadaluarsa.

Bagi kalangan pengamat, tidak kecil kemungkinan pelaku peledakan itu adalah kaki tangan rezim Irak sendiri. Sebab, dengan adanya peledakan di Bagdad itu, situasi di dalam negeri bisa di-seting sedemikian rupa oleh rezim Irak untuk merasionalisasikan tindakan represifnya di dalam negari sendiri sekaligus mempersiapkan serangan-serangan lebih lanjut MKO terhadap Iran.


(2) Hubungan Yordania dengan Suriah Kian Membaik

Raja Abdullah dari Yordania Kamis 22 Maret kemarin menerima surat rekomendasi Duta Besar Suriah untuk Yordania Abdul Fatah Amurah yang merupakan Duta Besar Suriah untuk Yordania pertama kalinya sejak tahun 1993.

Dalam beberapa tahun terakhir hubungan kedua negara memang banyak mengalami benturan. Sebelumnya pun, yaitu pada awal-awal tahun 80-an hubungan kedua negara juga keruh karena terjadinya perang yang dipaksakan Irak terhadap Iran. Pada suatu perkembangan perang selama 8 tahun ini, Yordania mendukung Irak sementara Suriah mendukung Iran. Hubungan ini semakin memburuk ketika pemerintah Yordania menandatangani perjanjian damai dengan Rezim Zionis Israel. Kecurigaan pemerintah Suriah terhadap Yordania tak dapat dihindari sejak Amman menjalin perjanjian normalisasi hubungan dengan Tel Aviv pada tahun 1994, apalagi perjanjian ini lantas menjadi pukulan telak bagi front Arab di depan Israel. Sejak saat itu hingga beberapa tahun kemudian, hubungan Yordania dengan Suriah benar-benar beku.

Kebekuan ini mulai sedikit mencair pada 1999, yaitu ketika Raja Husin dari Yordania meninggal dunia. Di hari duka kerajaan Yordania tersebut, tanpa di duga-duga, Presiden Suriah saat itu Hafez Asad datang melayat ke Yordania dan ikut bergabung ke dalam acara prosesi pemakaman Raja Husin yang dihadiri oleh para pemimpin dari puluhan negara dunia. Tak urung, layatan Presiden Hafez Asad ini dipandang sebagai lampu hijau dari Suriah oleh Kerajaan Hashimiah di Yordania. Apalagi saat itu juga mulai tercipta kondisi yang mendorong negara-negara Arab untuk kompak dan solider.

Maka, sejak dua tahun silam hubungan Suriah dengan Yordania terus membaik dan berkembang. Kini, terjalinnya hubungan diplomatik dan ekonomi antar kedua negara tentu merupakan hasil nyata dari teratasinya kesalah-pahaman selama ini antar kedua negara. Di samping itu, tampilnya generasi baru di pucuk pimpinan kedua negara serta hasrat keduanya untuk membuka era baru hubungannya bisa dipastikan akan mempercepat proses pemulihan hubungan kedua negara sesuai hubungan tradisional keduanya di masa silam.

Sebagian besar pengamat berpendapat, meningkatnya hubungan diplomatik Suriah dengan Yordania dewasa ini sangat erat kaitannya dengan hasrat kedua negara bertetangga ini untuk menciptakan iklim yang lebih ramah dan bebas dari konflik sekaligus demi menggalang solidaritas regional negara-negara Arab. []

@MuMoe@