Sholat Jum'at.

Pada siang hari jum'at, seorang mukallaf dihadapkan pada dua pilihan ; sholat dhuhur atau sholat jum'at jika syarat-syaratnya terpenuhi.

Syarat-syarat Sholat Jum'at.
1- Jumlah jamaahnya minimum lima orang laki-laki yang akil-baligh. Jika kurang dari jumlah itu, maka sholat jum'at tidak dapat dilaksanakan.
2- Dua khutbah.
3- Berjamaah.
4- Hendaknya tidak didirikan sholat jum'at yang lain dengan radius minimum 5400 m.
5- Terpenuhinya syarat-syarat berjamaah , seperti ; adanya imam yang adil, bacaan yang benar, tidak adanya penghalang antara imam dengan ma'mum dan lain-lain ( yang akan disebutkan dalam masalah sholat jamaah )

Syarat-syarat Diwajibkannya Sholat Jum'at.
1- Akil-baligh.
2- Laki-laki ( wanita tidak wajib )
3- Muqim ( musafir tidak wajib )
4- Sehat dari sakit dan tidak buta.
5- Tidak tua renta.
6- Jarak antara rumah dan tempat pelaksanaan sholat jum'at tidak lebih dari kira-kira 11800 m.


Sholat 'Iedain ( 'Iedul Fithri dan 'Iedul Adhha' )

Hukum sholat 'ied adalah sunnah ( mustahab ) selagi Shohib Zaman ghaib. Sholat ini boleh dilakukan berjamaah ( dengan harapan hal itu dianjurkan ). Waktunya dari terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari.

Cara Pelaksanaannya.
Sholat dilakukan sebanyak dua rakaat; pada setiap rakaat membaca al fatihah dan sebuah surat. Pada rakaat pertama, setelah membaca surat hendaknya bertakbir lima kali dan setelah setiap takbir membaca doa qunut sebanyak lima kali juga, dan pada rakaat kedua, setelah membaca surat hendaknya bertakbir empat kali dan setelah setiap takbir membaca doa qunut sebanyak empat kali juga.


Doa Qunut.

Sebenarnya dalam qunut diperbolehkan membaca doa apa saja, namun disunahkan membaca doa berikut ini;





Hukum-hukum Sholat 'Ied. Dalam melaksanakan sholat 'ied, tidak ada adzan dan iqomat, dan disunahkan imam membaca al fatihah dan surat dengan suara yang jelas.[]